1. Full Back up File Blog WordPress
Langkah pertama yang wajib kita lakukan sebelum melakukan hal lainnya adalah melakukan full back up terhadap seluruh file blog Anda. Hal ini sangat diperlukan jika terjadi kesalahan atau error sewaktu Anda melakukan setting keamanan blog. Anda bisa melakukan full back up file melalui cPanel.
2. Gunakan Password Yang Kuat
Langkah ini sebenarnya yang paling mudah, dan saking mudahnya orang sering lupa melakukannya. Buatlah password yang kuat untuk login ke WP admin dan cPanel blog Anda. Sebagian orang mungkin tidak ingin pusing membuat password yang kuat untuk blog mereka, tapi akan terasa sangat pusing bahkan pusing tujuh keliling jika blog Anda dihack orang lain karena password blog Anda tidak kuat.
Kalau Anda bingung bagaimana cara membuat password yang kuat, silahkan baca artikel saya sebelumnya, yaitu tips membuat password yang lebih kuat. Tapi mohon jangan menggunakan password yang ada di artikel tersebut.
3. Gunakan Admin User Dengan Nama Yang Unik
Ketika kita menginstal WordPress ke hosting, secara default nama admin user nya adalah “Admin”. Ini bukan pilihan nama Admin yang unik karena sangat mudah ditebak hacker. Jika Anda terlanjur menggunakan user name “Admin” saat menginstal WordPress, saya sarankan untuk mengganti nama adminnya dengan yang lebih unik. Ini bisa dilakukan dengan cara menambahkan user Admin baru yang lebih aman:
a. Pada dashboard Anda, klik “Users” – “Add New”. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil dan angka pada username dan passwordnya, masing-masing minimal 8 karakter.
b. Setelah Anda buat admin user baru, silahkan logout dari dashboard Anda. Lalu login ke dashboard lagi dengan user baru tersebut.
c. Klik “Users” – “All Users”, pada user lama silahkan klik EDIT, lalu ubah RULE nya menjadi “no role for this site”. Lalu klik SAVE. (credit to klikhost.com)
b. Setelah Anda buat admin user baru, silahkan logout dari dashboard Anda. Lalu login ke dashboard lagi dengan user baru tersebut.
c. Klik “Users” – “All Users”, pada user lama silahkan klik EDIT, lalu ubah RULE nya menjadi “no role for this site”. Lalu klik SAVE. (credit to klikhost.com)
4. Install Plugins Untuk Keamanan
Sebenarnya WordPress itu sendiri sudah memiliki keamanan yang sangat baik. Namun, tentu saja setiap website yang menggunakan script WordPress membutuhkan pengaturan keamanannya sendiri.
Login LockDown
Menambahkan beberapa keamanan ekstra untuk WordPress dengan membatasi jumlah gagal login dan kapan dapat kembali mencoba lagi dari berbagai IP yang diberikan.
Wordfence Security
Wordfence sangat mudah digunakan. Setelah menginstalnya, Anda bisa memeriksa apakah situs Anda terinfeksi malware. Plugin ini melakukan server-side scan secara mendalam mulai dari source code website Anda dan membandingkannya dengan repositori resmi WordPress untuk core, tema dan plugin. Wordfence mengamankan situs Anda dan membuatnya 50 kali lebih cepat.
5. Ubah File Permision di cPanel
Langkah selanjutnya adalah dengan mengubah permision untuk beberapa file di dalam cPanel blog WordPress Anda. Diantaranya:
- .htacces > ubah permisionnya menjadi 0404
- wp-config.php > ubah permisionnya menjadi 0400
- index.php > ubah permisionnya menjadi 0400
- wp-blog-header.php > ubah permisionnya menjadi 0400
- wp-admin > ubah permisionnya menjadi 0705
- wp-includes > ubah permisionnya menjadi 0705
- wp-content > ubah permisionnya menjadi 0705
- wp-content/bps-backup > ubah permisionnya menjadi 0755
6. Lakukan Update Pada WordPress dan Plugins
WordPress selalu melakukan update setiap kali ada bug pada script mereka. Informasi update ini bisa kita lihat melalui dashboard WordPress blog kita masing-masing. Bagitu juga dengan plugins, kebanyakan plugins WordPress melakukan update untuk mengoptimalkan plugins tersebut. Anda harus hati-hati pada sebuah plugin yang tidak pernah ada update, kemungkinan developernya sudah tidak memberikan support atau sudah melupakan plugins mereka.
Beberapa orang mungkin tidak mau meng-update script WordPress dan plugins mereka karena khawatir akan terjadi crash saat pada saat melakukan update. Tapi akan lebih menyakitkan lagi kalau blog Anda dihack orang karena tidak mengupdate script WordPress blog Anda.
7. Menyewa Hosting Yang Handal
Seperti yang saya sebutkan di awal, keamanan blog WordPress kita juga tergantung dari sisi servernya. Karena blog saya menggunakan VPS, saya juga harus memperhatikan keamanan servernya. Saat ini saya menggunakan VPS dari (Maxmanroe.com sudah pindah server ke VPS Gignode) dimana salah satu fitur paket yang saya beli dilengkapi dengan fitur keamanan.
Berbeda jika Anda menggunakan shared hosting, Anda hanya fokus pada keamana dari sisi script WordPress-nya. Kalau Anda ingin menggunakan shared hosting, sebaiknya pilihlah hosting yang berkualitas dengan tingkat keamanan yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar